![]() |
| Ilustrasi Keuangan Syariah |
MOSKOW--Rusia tengah bersiap menggunakan jasa keuangan Islam seiring
dikenakannya sanksi internasional terhadap Rusia dan anjloknya harga
minyak dunia yang memaksa Rusia terperosok dalam resesi.
Kantor berita Rusia, RIA Novisti, pertengahan Desember lalu melansir,
Bank Pembangunan Negara Rusia, Vnesheconombank, tengah meminta pendapat
Timur Tengah mengenai penerbitan surat utang syariah (sukuk).
Berdasarkan informasi Konsulat Bisnis Rusia di Dubai, perbankan dan
perusahaan-perusahaan Rusia tengah mencari pembiayaan syariah setelah
nilai tukar mata uang ruble terus melemah.''Bank dan korporasi ingin
tahu bagaimana proses penggunaan instrumen keuangan syariah dan mereka
ingin bisa juga masuk pasar itu,'' kata Kepala Konsulat Bisnis Rusia,
Igor Egorov.
Industri keuangan Rusia merasakan adanya kebutuhan mendesak satu dua
tahun ke depan saat keuangan akan menghadapi masalah akut. Sebab diakui
Egorov, Rusia belum melihat dampak sanksi secara penuh. Bloomberg Businessweek
akhir Desember lalu melansir, meningkatnya upaya Rusia mencari tahu
mengenai penggunaan instrumen keuangan syariah menunjukkan beratnya
bunga pinjaman yang mereka tanggung sejak 2006. Terlebih sanksi AS
terhadap Rusia atas konflik Ukraina juga mengguncang perbankan negara
yang dipimpin Vladimir Putin itu, termasuk bank Gazprombank dan VTB Bank
OJSC.
Pemerintah Rusia juga mempercepat proses pengesahan aturan Lembaga
Penjamin Simpanan menjelang akhir Desember lalu yang memungkinkan
lembaga itu membeli aset bank sebelum bank menghadapi kebangkrutan untuk
menjaga kestabilan sistem keuangan. (rol/mes)

0 komentar:
Posting Komentar